Wahai kekasih Jiwaku…………..
Wahai Sang penuntun Diriku……
Hamba ingin mengembalikan kepada-Mu, apa-apa yang dari-Mu karena memang tidak ada yang aku miliki saat ini, saat lalu maupun saat yang akan datang. Olehnya biarlah rangkaian kalimat inipun semuanya dari-MU dan karena-Mu jua.
Dengan jalinan kasih yang Engkau pancarkan, telah memberiku pemahaman betapa indahnya karunia-Mu atas segala rasa yang termaknai diantara serpihan hidup yang terpaut dalam lingkaran rotasi alam kehidupan. Kadang diri ini menangis dalam ketidak mengertian, namun dapat merasakan betapa Cintamu tiada terbatas sehingga tiada kemampuan dalam membahasakan apa yang hamba rasakan.
Wahai Cintaku… Dalam balutan debu-debu yang berserakan, seakan merapuhkan jiwa ini dalam kekumuhan, namun semakin aku tenggelam semakin Engkau memberiku pemahaman sehingga meleburkan hasrat kebodohan lalu mekarkan rasa akan esensi sebuah arti dari Mencintai dalam Cinta-Mu, walau itu sebait namun cukup bagiku untuk memanggil-Mu dalam setiap waktu dengan panggilan Syahdu..” Yahayyu..Ya qayyum.. La Ilaha Illa Anta..” A’ tini Mahabba taka.. hingga dalam setiap lakon hidup hamba senantiasa berharap akan kekuatan-Mu sebagai bekal dalam perjalanan menuju Cahaya-Mu.
Olehnya janganlah Engkau palingkan keindahan Wajah-Mu ketika hamba menghadap-Mu di setiap kegelapan.
Akhirnya dalam keterbatasanku sebagai insan, aku ingin merangkai sebuah makna dari Gerak Jiwa, Gerak Alam yang kesemuanya bermuara pada Gerak Ilahi…